Minggu, 03 Desember 2017

TONTON FINAL DESTINATION SECARA BERUNTUN: TEMUKAN FAKTA UNIKNYA



Sudah pernah nonton film seri Final Destination? Film horor bergenre slasher yang satu ini bakal mengingatkanmu bahwa kematian adalah takdir yang sulit terbantahkan, meski kita telah mati-matian menghindar. Untuk bisa menonton film yang akrab dengan darah dan benda tajam ini, diperlukan kelenturan dua tangan untuk membekap mulut rapat-rapat, karena sekali membiarkannya terbuka kamu tidak akan pernah berhenti berteriak. Secara garis besar, film yang sudah rilis dalam 5 seri ini dan masih trailer di seri ke 6 nya ini, menceritakan sekelompok orang yang berhasil menipu kematian karena penglihatan dari tokoh utamanya, lalu kematian kembali mengejar mereka dengan cara yang lebih mengerikan. Setidaknya ada 9 fakta unik dari film produksi New Line Cinema ini yang bakal bikin kamu penasaran pengen nonton, dan bagi yang sudah menonton jadi pengen nonton lagi secara beruntun, biar ketemu benang merahnya.
1.    Misteri Petaka Awal

Film Final Destination 1 (FD 1) dimulai dari petaka meledaknya pesawat Boeing 747 dengan nomer penerbangan 180 tujuan Paris setelah lepas landas dari Bandara John F. Kennnedy dan menewaskan seluruh penumpangnya, kecuali 7 orang yang berhasil menipu kematian dengan keluar sebelum pesawat take off. Entah film ini terinspirasi dari kejadian nyata atau tidak, faktanya di tahun 1996 tepatnya 4 tahun sebelum film pertama ini resmi dirilis, sebuah pesawat TWA Boeing 747 tujuan Paris juga meledak di atas Samudera Atlantik setelah lepas landas dari Bandara John F. Kennedy dengan nomor penerbangan 800. Untuk 4 seri berikutnya, petaka dimulai dari kecelakaan beruntun di rute 23 (FD 2), jatuhnya Roller Coaster Wahana Devils Flight (FD 3), tabrakan mobil di Mc Kinley Speedway (FD 4) dan ambruknya Jembatan North Bay (FD 5). Untuk 4 petaka di FD 2 hingga FD 5, belum ada tragedi di kehidupan nyata yang menginspirasi. Namun petaka Jembatan North Bay memiliki kesamaan dengan ambruknya Jembatan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur, 26 Nopember 2011 lalu, di tahun yang sama film ini resmi dirilis. Petaka North Bay terjadi karena jembatan yang masih dalam perbaikan dan pengaspalan retak dan tidak lagi kuat menahan beban kendaraan yang melintas. Senada dengan itu, ambruknya Jembatan Kutai disebabkan karena pengenduran kabel penahan jembatan yang juga sedang dalam perbaikan. Dua tragedi fiktif dan virtual tersebut seolah memberi pelajaran bagi kita, khususnya pengelola agar mengalihkan arus lalu lintas selama jembatan dalam perbaikan.
2.    Pengelihatan Tentang Kematian
 
Dalam dunia psikologis, dikenal sebuah istilah prekognisi yaitu kemampuan untuk menggambarkan sebuah kejadian di masa yang akan datang. Barangkali itulah yang dialami Alex Browning (FD 1), Kimberly Corman (FD 2), Wendy Christosen ( FD 3), Nick O Bannon (FD 4) dan Sam Law Ton di FD 5, dimana mereka mendapatkan penglihatan secara detil tentang petaka besar yang bakal terjadi, lalu berusaha menghindarinya, namun sayang kematian masih mengincar mereka. Di kehidupan nyata ada orang-orang tertentu yang juga mengalami penglihatan tersebut, entah karena mereka indigo atau hanya sekedar mengandalkan feeling. Penyanyi Jojo Billingshey, yang juga mantan vokalis grup rock Lynyrd Skynyrd di tahun 1977 bermimpi melihat pesawat terbang jatuh ke rawa, dan memperingatkan teman-teman bandnya agar membatalkan penerbangan, meski tak ada yang menggubris. Tepat sehari kemudian, mimpi buruk Jojo benar-benar terjadi. Pesawat carteran yang mengangkut teman bandnya mengalami kecelakaan di rawa-rawa sekitar Hutan Missisipi dan menewaskan dua anggota mereka. Jojo sendiri meninggal dunia di usia 58 tahun pada tahun 2010 lalu, karena serangan penyakit kanker.
3.    Nyanyian Firasat Kematian

Meski terdengar samar,
lagu Rocky Mountain High menjadi firasat kematian dari Tod Waggner, Mrs. Lewton dan Carter Horton di FD 1. Ironisnya, John Denver yang mempopulerkan lagu tersebut pada tahun 1997 juga meninggal dunia karena kecelakaan pesawat. Sementara lagu High Way To Hell yang dipopulerkan AC/DC terdengar dari radio Kimberly (FD 2) dengan lirik yang menandakan kecelakaan besar. Sementara di FD 3, lagu Love Roller Coaster sempat terdengar ketika Ashley dan Ashlyn mati terpanggang. Lagu itu sendiri memiliki keanehan di detik ke 2.30, dimana terdengar jeritan suara wanita yang konon adalah seorang model yang tewas ditikam dengan pisau oleh sang manager, dan tanpa sengaja masuk dalam rekaman suara band Ohio Player.  Melompat ke FD 5, adalah lagu Dust In The Wind yang didengar Nathan di cafe tepat sebelum pesawat jatuh menghancurkannya. Jika kita perhatikan liriknya, seperti sebuah firasat bahwa seberapa besar usaha Nathan untuk menghindari kematian, dia tidak akan pernah benar-benar lolos. All we do crumbles to the ground tough, we refuse to see (Semua yang kita lakukan hancur, meskipun kita menolak untuk melihatnya)
4.    Misteri Angka 180

Angka 180 menjadi angka keramat yang menghubungkan 5 seri Final Destination. Di FD 1, petaka dimulai dengan meledaknya pesawat nomer penerbangan 180. Di FD 2, terdapat rangkaian tanda Next 180. Angka ini kembali terlihat di harga cafe wahana Devils Flight FD 3. Sementara tabrakan mobil di Mc Kinley Highway Stadium memakan korban penonton yang duduk di bawah tiang bernomor 180. Dan terakhir di FD 5, jembatan ambruk di saat penumpang bus tengah menonton acara 180 Corporate Consulting. Lalu ada apa dengan angka ini? Mengapa 3 angka tersebut seolah dipilih untuk mewakili kematian? Belum ada referensi yang cukup akurat untuk menjawab teka-teki ini. Bahkan belum pernah ada negara yang mengklaim 3 angka ini sebagai deretan angka sial. Sekedar spekulasi saja, coba perhatikan deret angka berikut ini: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0. Jika angka itu diputar 180, maka kita hanya akan menemukan 3 angka dengan bentuk yang relatif sama: 1, 8, 0, sementara angka yang lain akan berubah bentuk. Ini seperti menegaskan bahwa meskipun rancangan kematian diputar, dibolak-balik dengan tujuan menyelamatkan diri, ujung-ujungnya akan kembali pada bentuk yang sama: kematian.
5.    Menebak Pola Kematian


Setiap seri dari Final Destination selalu menghadirkan pola kematian yang berbeda yang berusaha disimpulkan oleh tokoh utama dan partner setianya hanya dengan mengandalkan tebakan logika, dan hebatnya penonton mengamini itu. Tapi faktanya, kematian tetap menjadi rahasia Tuhan dan prediksi itu rata-rata meleset. Seperti pada FD 1, urutan kematian berdasarkan posisi tempat duduk atau arah ledakan, yang berarti urutannya adalah: Tod, Terry, Mrs Lewton, Carter, Billy, Clear dan terakhir Alex. Namun ketika Carter berniat bunuh diri di lintasan kereta api, Alex menyelamatkannya dan justru menempatkan Billy sebagai korban di urutan ke 4 setelah Mrs Lewton. Lalu di FD 2, penonton sempat menebak bahwa pola kematian berdasarkan posisi mobil berhenti atau siapa yang lebih dulu keluar dari mobil. Nyatanya karena kehadiran Clear, korban selamat di FD 1, rancangan kematian justru terbalik menempatkan Kimberly dan Thomas sebagai korban selamat. Hal ini terus berlanjut di FD 3 hingga FD 5, di setiap serinya selalu ada yang berhasil mencurangi rancangan kematian asli. Satu-satunya yang tidak berubah adalah penanda bagaimana mereka akan mati. Seperti di FD 5, dalam pengelihatan Isaac jatuh ke kaca ketika bus menghantam air, menandakan dalam kehidupan nyata dia akan mati tertimpa sesuatu yang keras, yaitu patung buddha.
6.    Siapa William Bludworth?


Kecuali di FD 4, pria berkulit legam, berbadan besar dan sedikit nyentrik ini kerap hadir di setiap serial FD. William Bludworth yang diperankan oleh Tony Todd adalah pemilik perusahaan pemakaman yang begitu paham dengan rancangan kematian dan berusaha membantu sisa korban yang selamat, meski terkadang kehadirannya membuat keadaan semakin terlihat mencekam. Salah satu teorinya tentang kematian yang begitu menyepak nurani kita sebagai makhluk Tuhan yang tak berdaya: in death there are no accident, no coincidences, no mishaps and no escapes, kurang lebih artinya: Dalam kematian, tidak ada kecelakaan, tidak ada kebetulan, tidak bisa melarikan diri tidak ada kemalangan.
7.    FD 4 Yang Nggak Nyambung dan FD 5 Yang Ganjal

Banyak rumor yang mengatakan FD 4 tidak memiliki korelasi dengan sekuel sebelumnya. Benarkah demikian? Sebenarnya tidak, kecuali fakta bahwa untuk pertama kalinya William Bludworth (Tony Todd) tidak terlibat di serial FD. Nyatanya ada beberapa atribut Final Destination yang terbawa di FD 4, seperti angka 180, nama stadium Mc Kinley yang mirip dengan nama belakang pemeran FD 3 yang mati tertancap pasak, dan perhatikan kematian Nathan di FD 5, saat dia duduk di cafe dan menatap foto Roy dengan latar mobil balap bernomor 6 yang menjadi penyebab tabrakan di FD 4. Tiga hal di atas membuktikan bahwa FD 4 masih berada di koridor yang sama dengan sekuel sebelumnya. Ending dari sekuel ini justru menjadi benang merah dari keseluruhan cerita. Ketika Nick tengah minum di cafe bersama Lori dan Janet, dia berkata: Bagaimana jika ternyata kita tidak mengubah apapun? Bagaimana jika keberadaan kita disini sekarang adalah rencana NYA sejak awal?, lalu sejurus kemudian truk besar menghantam tubuh mereka. Kejanggalan justru terjadi di FD 5 yang oleh sebagian besar penonton dianggap sebagai prekuel. Salah satu penanda kematian Olivia adalah pigura fotonya yang pecah dengan latar roller coaster Devils Flight di FD 3. Jika benar FD 5 adalah prekuel, bagaimana Olivia bisa ada di foto tersebut, sementara petaka roller coaster baru terjadi 6 tahun kemudian? Apa mungkin Olivia hidup kembali?
8.    Final Destination Ala Indonesia

Film Indonesia Miracle Menantang Maut yang disutradarai Helfi Kardil di tahun 2007 memiliki kesamaan cerita dengan Final Destination. Bermula dari sekelompok siswa di sebuah sekolah yang hendak melakukan perjalanan ke puncak, lalu seorang dari mereka yang bernama Kinar (Keira Shabira) mendapat penglihatan bahwa bus yang mereka tumpangi akan mengalami kecelakaan dan terbakar. Lalu 8 orang terpaksa turun memperdebatkannya, dan beberapa waktu kemudian petaka benar-benar terjadi. Pola kematian di film ini membentuk suatu kalimat: KITA MATI, dengan menggunakan huruf awal dari tokoh yang selamat. Berbeda dengan Final Destination, kematian di film ini adalah trik pembunuhan dari seorang bernama Imas (Intan Ayu) yang ingin membalas dendam pada Satyo (Lian Firman) atas penolakannya. Meski tak sekeren Final Destination, setidaknya film ini bisa menjadi alternatif sembari menunggu Final Destination seri ke 6 dirilis.

1 komentar:

Sinopsis Film Belahan Jiwa, Sukses Bikin Kita Bingung

Kalau ada film yang sukses bikin kepalaku pening, ya film Belahan Jiwa. Apalagi film Belahan Jiwa hadir di masa mudaku yang belum...